
Seorang pemuda Aceh berasal dari Kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada di penjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).
Bunyi suratnya: “San, Kamu tau, Bapakmu ini kan sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yg mau bantu Bapak mencangkul kebun jagung ini?”
Anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. “Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana,” kata si anak dalam surat itu.
Rupanya surat itu disensor oleh pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak menerima surat, datanglah satu peleton DenSus 99 Mabes Polisi. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut.
Setelah mereka pergi, kembali si bapak menulis surat ke anaknya. “San, setelah Bapak terima suratmu, datang satu peleton DenSus 99 mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus Bapak lakukan sekarang?”
Si Anak kembali membalas surat tersebut, “Sekarang Bapak mulai menanam jagung aja, kan sudah dicangkul sama DenSus 99 dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka.”
GUBRAAAKKKKKXX.............Petugas RUTAN yang menyensor surat ini langsung pingsan...
Sumber: forum BBM
Ilustrasi : gambar google
| 210313 | Boil |
| 170213 | Jamaluddin |
| 170213 | Jamal |
| 170213 | Jalal |
| 170213 | Jaiz |
Comments